Trip ke Malaysia

August 14, 2017

Ini postingan tentang perjalanan saya ke Malaysia minggu lalu (sekitar kurang lebih 5 hari pp sejak tgl 28 oktober 2016 - 1 November 2016).

Day 1*
Saya berangkat dari Yogyakarta sekitar pkl. 17.15 WIB naik AA dari Bandara Adi Sutjipto (flight terakhir yg menuju KLIA2). Tapi sejam sebelum saya berangkat, ada kejadian yg menurut saya sangat membuat saya stres dan panik (well, saya rasa itu karena keteledoran dan kecerobohan saya sendiri). Sejam sebelum flight, saya melakukan manual check in. Dengan nyantainya, saya tunjukin print'an hasil bookingan saya dari AA. Tapi ternyata pas check in, mbak2 petugasnya bilang kalau dia tidak bisa memproses tiket saya, karena ternyata CC yg dipakai utk proses transaksi (pembelian tiket) itu di decline dan tanpa ada pemberitahuan lanjutan yg masuk ke email. Damn! Pada saat itu saya kaget, mulai cemas dan panik, soalnya sebentar lagi waktu check in di tutup. Trus mbaknya menyarankan kalau saya bayar cash saja supaya bisa langsung diproses. Nominal yg tertera pada saat itu sekitar 3,8 jt utk tiket PP. Pada saat itu, saya tidak bawa uang cash sebanyak itu. Dan kartu ATM yg saya bawa juga tidak berisi uang sebanyak itu (karena sudah disengaja tidak akan menghabiskan banyak uang selama disana, jadi saya hanya bawa rupiah secukupnya dan menukar sekitar 400RM utk biaya transportasi dan makan selama di sana). Saya tanya ke mbak nya gimana kalau saya bayar tiket yg utk pergi dulu, tapi kemudian mbaknya bilang kalau tidak bisa krn saya booking utk tiket PP. Oke.. Fixed saya semakin cemas, karena pada saat itu saya janjian dengan adik saya yg juga akan berangkat dari Medan utk ketemuan di KLIA2 saja supaya tidak susah (karena ini first tripnya keluar negeri tanpa keluarga). Hal yg saya khawatirkan adalah kalau saya tidak bisa berangkat sore itu, trus gimana dengan nasib adik saya disana karena hotel yang sudah di booked atas nama saya dan pakai identitas saya. Thats all. Akhirnya saya mencoba menghubungi dia (adik saya) utk minta transferan uang. Tapi lagi2 sepertinya semesta mendukung "kesialan" saya sore itu. Hpnya tidak diangkat (shit). Setelah berkali2 saya tlp, akhirnya dia nlp saya balik dan bilang kalau dia sudah di dalam ruang tunggu. Saya menyuruhnya keluar utk mentransfer sejumlah uang, tapi ternyata dia tidak boleh keluar. Setelah negosiasi dan sebagainya akhirnya dia keluar utk mencari ATM, dengan catatan paspornya ditahan dan dia diawasi oleh petugas bandara. Ketika dia sibuk bernegosiasi dengan petugas bandara Kualanamu (Medan), di waktu yang sama saya juga melakukan negosiasi dengan petugas AA dan minta perpanjangan waktu check in. waktu itu mbaknya bilang kalau dia hanya bisa memberikan waktu sampai pesawat mendarat, karena dia harus segera pindah ke dalam ruang tunggu. Singkatnya, setelah kekacauan yg terjadi, saya bisa menyelesaikan proses check in tepat 5 menit sebelum pesawat yg akan saya tumpangi ke Malaysia mendarat di bandara Adi Sucipto. Akhirnya setelah dpat sedikit omelan dari petugas bandara, saya bisa berangkat ke Malaysia (Kuala Lumpur).

Setelah sampai di KLIA2 sekitar pkl 20.45 dan ketemu dengan adik saya, kami memutuskan utk naik kendaraan umum menuju hotel. Kami naik bus ke KL Sentral seharga 11 MYR/ orang kemudian melanjutkan naik LRT ke KLCC. Sampai di KLCC kami bertanya ke beberapa org ttg lokasi hotel t4 kami menginap. Tapi sialnya gak ada satupun yg tau pasti. Akhirnya kami jalan kesana-kemari tanpa tujuan yg jelas (di seputaran KLCC) sampai pada akhirnya ada 1 org kakak2 yg bisa dengan jelas memberitahu kami dimana lokasi pasti hotel itu. Akhirnya kami sampai di hotel pada hari Sabtu (sekitar 00.30 waktu KL).

*Day 2 
Kami memutuskan pergi ke Colmar Tropicale saja daripada melihat kualifikasi di Sepang (karena sebenarnya awal tujuan kami ke Malaysia adalah untuk nonton MotoGP). Kami pergi ke Berjaya time square pada pukul 8, dengan asumsi ketika sampai disana agen yg menjual tiket utk ke Colmar sudah buka (karena yg saya baca di salah satu blog mengatakan jika agen penjualan tiket masuk + shuttle bus ke sana buka pads pukul 09.00). Ketika kami sampai di mall tersebut, ternyata kami tdk diperbolehkan masuk ke mall dgn alasan mall buka pada pkl 10.00. Namun kami tdk kehilangan akal, kami berkeliling dan bertanya ke beberapa petugas disana dan mereka menjelaskan dimana lokasi penjualan tiket tersebut. Akhirnya kami naik ke lantai 8 mall tersebut dari pintu yg terletak di sebelah hotel. Singkatnya, kami berhasil menemukan tempat itu setelah proses pencarian yg menguras tenaga. Harga tiket masuk + transportnya sebesar 60MYR/orang. Pada saat itu ada yg berangkat pada pkl 09.30 dan pkl 12.00. Berhubung kami kehabisan tiket yg pkl 09.30, kami berangkat yg pukul 12.00. Kami kembali lagi ke KL dengan jadwal terakhir (pkl 19.00 kalau saya tidak salah).

Day 3* 
Pagi2 sekali kami sudah pergi meninggalkan hotel utk ke Sepang. Secara tidak sengaja, saya bertemu dengan suami teman saya beserta teman2nya yg juga akan menonton Moto GP. Kami janjian ketemu di depan KLCC. Ketika saya tiba di depan KLCC saya sudah melihat kerumunan org yg sudah memakai atribut motoGP. Saya baru tahu kalau ternyata pihak Rapid KL menyediakan angkutan yg langsung ke Sepang (Karena mereka menjadi salah 1 partner resmi penyelenggaraan motoGP di Sepang). Harga tiket sekali jalan sebesar 20 MYR ke Sepang, jika pp (KLCC - Sepang/Sepang-KLCC sebesar 35 MYR). Tapi kami membeli tiket sekali jalan karena setelah race, adik saya harus langsung pulang ke Medan karena besoknya ada ujian. Berhubung pada saat race adalah hari pertama kami ke Sepang, kami bingung mencari dimana tribun kami. Setelah bertanya ke petugasnya, kami langsung menuju ke tribun tersebut. Singkatnya, setelah race selesai (bener2 baru selesai finish) kami langsung pergi meninggalkan sirkuit karena takut terlambat ke bandara. Ternyata kondisi di luar sudah sangat padat dan ramai ditambah macet. Okay.. Mulai cemas dan panik karena kami blm beli tiket Rapid KL (bus) yg ke KLIA2. Pas kami sampai di tempat pemberhentian bus kami sudah melihat antrian yg panjang utk bagian pembelian tiket ke KLIA2. Beruntungnya kami bertemu dengan satu ibu & bpk dari Indonesia yg bersedia kami mintai tlg utk titip beli tiket ke bandara (dalam hati "thanks god"). Setelah dapat tiket, kami langsung berlari ke arah halte bus yg menuju bandara. Damn.. Lagi2 kami dikejutkan dengan antrian yang mengular panjang sekali (bukan lebay, tapi bener2 panjang). Tingkat kecemasan semakin meningkat, karena sudah pukul 17.30 tapi masih di Sepang dan masih ngantri 😐😶 padahal dia sudah harus sampai di bandara (KLIA) sblm pkl 19.00 karena flightnya pkl. 20.15. Dan jarak dari KLIA2 ke KLIA lumayan. Setelah proses deg2an dan sebagainya, kami bisa sampai di KLIA tepat 5 menit sblm proses check in closed dan semua penumpang harus masuk ruang tunggu. 

 


Setelah proses yg buat stress dan meneganggkan selesai, saya langsung balik ke KL. Sebelum balik ke hotel, saya menyempatkan berjalan2 sebentar di KLCC.

Day 4*
Saya memutuskan utk pergi ke Melaka dan pulang sore harinya. Saya pergi dari hotel ke KL Sentral naik MRT, kemudian pergi ke TBS. Dari TBS naik bus ke Sentral Melaka dengan harga 10 MYR. Dari Sentral Melaka naik bus ke bangunan merah seharga 2 MYR (pilih yg no 17). Saya berkeliling diseputaran banguan merah sampai pkl 5 kemudian naik grab ke Melaka sentral dengan biaya sebesar 9 MYR.

*Day 5
Saatnya pulang...
Berhubung flight saya ke Yogyakarta pagi, saya memutuskan utk naik grab ke KLIA2. Tarif yg dikenakan sebesar 65 MYR. 
Singkatnya, sampailah saya di Yogyakarta. Tapi lagi2 "sialnya" saya kena random checking.. What?? Koper dan tas saya dibongkar dan sedikit di interogasi oleh petugas, tapi untungnya hal itu tidak berlangsung lama.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Recent Posts

April 16, 2018

February 16, 2018

November 25, 2017

August 14, 2017

July 14, 2016

February 3, 2016

Please reload

Archive
Please reload

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • Instagram Social Icon
  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon